Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Gula, – Gula hampir tidak bisa dilepaskan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Rasanya yang manis memang menambah kenikmatan. Es krim, soda, permen, hingga nasi putih semuanya mengandung gula.

Berikut ini adalah alasan untuk mengontrol konsumsi gula lewat pola makanmu sehari-hari. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari!

1. Yang sangat terlihat jelas adalah penambahan berat badan

Ya, penyebab utama penambahan berat badan adalah konsumsi gula yang berlebihan baik lewat makanan maupun minuman.

Konsumsi gula yang terlalu banyak menyebabkan peningkatan fruktosa dalam tubuh dan dapat meningkatkan jumlah lemak viseral, yaitu lemak yang disimpan oleh tubuh di rongga perut. Jenis lemak yang satu ini dikenal dapat memicu diabetes dan penyakit jantung.

Dikutip dari laman https://thewilderness.biz, Jika kadar fruktosa meningkat, kamu akan merasakan sensasi lapar yang luar biasa dan keinginan untuk makan bakal melebihi tingkat glukosa. Selain itu, konsumsi fruktosa yang berlebihan bisa menyebabkan resistansi leptin, hormon yang mengatur rasa lapar yang mengirim sinyal untuk berhenti makan.

2. Meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, jantung, bahkan kanker!

Konsumsi pemanis tambahan yang sangat berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung, obesitas, tekanan darah tinggi, peradangan, trigliserida, bahkan penyumbatan arteri atau dikenal dengan aterosklerosis. Penyakit tersebut juga bisa meningkatkan risiko kematian, lho!

Sebuah studi berjudul “The Relationship of Sugar to Population-Level Diabetes Prevalence: An Econometric Analysis of Repeated Cross-Sectional Data” yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One tahun 2013 menyebut, lebih dari 175 negara memiliki risiko diabetes sebesar 1,1 persen setiap asupan 150 kalori gula.

Ada pula penelitian lainnya yang menemukan bahwa konsumsi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker esofagus, kanker pleura, dan kanker usus kecil. Bahkan, ditemukan juga bahwa perempuan yang makan roti manis lebih dari tiga kali seminggu bisa meningkatkan risiko kanker endometrium.

3. Bisa meningkatkan resiko depresi

Percaya atau tidak, faktanya terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman manis bisa berdampak buruk pada kesehatan mental. Perubahan kadar gula darah, disregulasi neurotransmiter, dan peradangan bisa merusak kesehatan mental. Akibatnya apa? Kamu jadi lebih berisiko mengalami depresi.

4. Mempercepat penuaan kulit dan jerawat

Menurut sebuah penelitian berjudul “Dietary Sugars and Endogenous Formation of Advanced Glycation Endproducts: Emerging Mechanisms of Disease” dalam jurnal Nutrients tahun 2017, dikatakan bahwa makanan tinggi karbohidrat dan gula rafinasi dapat memicu produksi advanced glycation end products (AGEs) yang dapat menyebabkan kulit menua sebelum waktunya.

Bahkan AGEs bisa merusak kolagen dan elastin, protein yang menjaga kulit agar awet muda.

Selain itu, studi berjudul “Significance of diet in treated and untreated acne vulgaris” dalam jurnal Advances in Dermatology and Allergology tahun 2016 menyatakan bahwa makanan manis merupakan penyebab utama peningkatan sekresi androgen, produksi minyak, dan peradangan. Artinya, semuanya itu bakal “berkolaborasi” dalam mengembangkan jerawat.

5. Menguras energi, sehingga mudah lelah

Menurut sebuah penelitian dalam Journal of the American Dietetic Association tahun 2009, makanan yang minim protein, serat, dan lemak menyebabkan lonjakan energi yang tak lama kemudian diikuti dengan penurunan kadar gula darah yang cukup signifikan.

Itulah beberapa akibatnya bila konsumsi gula dalam pola makan sehari-hari secara berlebihan. Menjaga pola makan dan memperhatikan asupan makanan dan minuman itu sangat penting agar kesehatan kita tetap terjaga.