AS Blacklist DJI dan Larang Ekspor Alat Teknologi ke Tiongkok

AS Blacklist DJI dan Larang Ekspor Alat Teknologi ke Tiongkok

AS Blacklist DJI dan Larang Ekspor Alat Teknologi ke Tiongkok– berencana memasukkan merk barang elektronik asal Tiongkok dalam daftar hitam dan melarang adanya ekspor produk AS ke perusahaan tersebut. Upaya ini berfungsi mencegah penggunaan perlengkapan elektronik canggih asal AS yang mempergunakan dalam militer Tiongkok. Walaupun sisi lain, kebijakan ini juga sebagai upaya AS untuk menekan pemerintah Negeri Tirai Bambu di masa-masa terakhir kepemimpinan Presiden Trump. Bahkan perusahaan elektronik besar asal Tiongkok juga tak luput dari kebijakan baru AS kali ini.

images?q=tbn:ANd9GcTObqOqsHZX41AfSXJMjaVQJn0d8Y7TInL2Mw&usqp=CAU - AS Blacklist DJI dan Larang Ekspor Alat Teknologi ke Tiongkok

Memasukkan merk top Tiongkok dalam daftar hitam

Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump akan memasukkan puluhan merk dagang elektronik asal Tiongkok ke dalam daftar hitam. Bahkan juga antara merk-merk perlengkapan elektronik yang melarang terdapat merk ternama seperti perusahaan pembuat drone populer saat ini, DJI dan perusahaan pembuat chip, SMIC, melansir dari CNBC. Selain itu, Departemen Komersial AS juga mengumumkan sejumlah 80 perusahaan yang akan mengkenakan daftar hitam. Mayoritas perusahaan yang melarang beredar di AS tersebut hampir seluruhnya berasal dari Tiongkok.

Melarang ekspor peralatan teknologi dari AS

Melansir dari http://thedehealth.com/  kebijakan baru yang menerapkan oleh AS pada masa akhir kepemimpinan Trump.  Ini tentu membuat cemas oleh puluhan perusahaan Tiongkok, termasuk DJI dan SMIC. Pasalnya apabila menerapkan nantinya semua bahan-bahan elektronik dari AS yang selama ini menunjang produksi perusahaan Tiongkok tersebut akan memutuskan, mengutip dari CNN.

Tiongkok mengecam kebijakan baru Amerika Serikat ini

Menteri Luar Negeri Tiongkok menyatakan apabila ini benar melakukan.  Maka langkah memasukkan daftar hitam perusahaan Negeri Tirai Bambu ini menganggap sebagai bukti penekanan dari AS. Nantinya Beijing juga akan melakukan perhitungan untuk melindungi haknya. Menlu Tiongkok tersebut juga mengatakan apabila, Kami akan memaksa AS untuk menghentikan perlakuan buruk yang tidak beralasan dalam menekan perusahaan luar negeri. Tiongkok juga akan melanjutkan melakukan upaya perhitungan untuk melindungi hak legitimasi dan kepentingan dari perusahaannya. Tekanan yang melancarkan pemerintah AS kali ini juga semakin memanaskan hubungan antara Washington dan Beijing.