Kenali Tanda Sindrom Sweet, Demam Berhari-hari yang Disusul Ruam Kulit

Kenali Tanda Sindrom Sweet, Demam Berhari-hari yang Disusul Ruam Kulit

nejmicm1911025 f1 - Kenali Tanda Sindrom Sweet, Demam Berhari-hari yang Disusul Ruam Kulit

Di lansir dari insitepeek.com, Sindrom Sweet (Sweet syndrome) adalah kelainan langka yang di tandai dengan demam dan timbulnya ruam secara tiba-tiba. Ruam ini biasanya terasa nyeri dan menyebar dengan cepat di berbagai area tubuh.

Sindrom yang pertama kali di jelaskan oleh Dr. Roberts Douglas Sweet tahun 1964 ini sering kali terjadi dengan sendirinya. Namun, sindrom ini juga bisa di picu oleh masalah kesehatan lain, seperti kanker.

Seperti apa tanda dan gejalanya, penyebab, serta pengobatannya? Di kutip dari michael-kors-taschen.com.de/, berkut ini beberapa tanda-tandanya:

1. Gejala utamanya adalah demam yang diikuti ruam yang meradang

Gejala utama sindrom Sweet adalah timbulnya ruam setelah beberapa hari atau minggu mengalami demam. Ruam ini berupa benjolan kecil berwarna merah atau ungu. Biasanya muncul pertama kali di lengan, kaki, wajah, atau leher, tetapi juga dapat muncul di bagian tubuh yang lain.

Ruam cenderung tumbuh dengan cepat dan bergabung satu sama lain membentuk lesi yang lebih besar. Lesi awal biasanya berdiameter beberapa milimeter hingga sentimeter, ataupun satu inci, datar atau sedikit meninggi, bentuknya tidak teratur, dan meradang.

Selain demam dan ruam, gejala lain yang mungkin timbul saat terserang penyakit ini antara lain:

  • Merasa seperti sedang flu
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Perasaan tidak sehat (malaise)
  • Peradangan atau nyeri sendi
  • Nyeri otot (mialgia)
  • Mulut luka
  • Mata merah muda
2. Penyebab pastinya tidak sepenuhnya di ketahui

Sindrom yang juga di kenal sebagai penyakit Gomm-Button ini tidak di ketahui penyebab pastinya. Pada beberapa kasus, gangguan ini terjadi dengan sendirinya (idiopatik atau klasik). Gejala timbul mengikuti infeksi pada saluran pernapasan bagian atas atau sistem gastrointestinal.

Pada kasus lainnya yang lebih jarang terjadi, kelainan ini juga di kaitkan dengan keganasan kanker. Paling sering yaitu kanker darah seperti leukemia, limfoma, atau tumor padat termasuk kanker payudara. Penderita biasanya memiliki lesi pada selaput lendir mulut (mukosa).

TIdak  hanya itu, kelainan ini juga dapat terjadi di karenakan reaksi terhadap obat-obatan tertentu. Yang paling umum adalah obat yang di sebut faktor perangsang koloni-granulosit yang di gunakan untuk membantu melawan infeksi pada beberapa penderita kanker. Gejala berupa lesi kulit yang mirip pada bentuk klasik.